Selasa, 22 Maret 2016

pergi dulu ya...

hatiku hampa
seakan aku hidup sendiri
seperti tak punya siapapun yang perduli
sampai suatu ketika tuhan pertemukan kita dengan sebuah alasan yang disebut cinta
pertemuan manis itu kau mulai dengan sangat sempurna seakan aku sangat berharga
perlahan kita saling mengenal satu sama lain
melalui obrolan singkat tentang kemunafikan harian menjadi kegiatan rutin kita sebelum beristirahat
trus seperti itu sampai kau berhasil membuatku terpanah
saat rasa itu muncul kau malah bertingkah seolah semua tak pernah terjadi
bahkan kau bisa menghampiriku disaat kau butuh dan kembali melupakanku disaat tak kau butuhkan
aku mulai sadar, saat kau bertemu dengannya, sesosok wanita paruhbaya cantik yang bahkan bukan kelasku
saat itu kau berhasil melukai hati kecilku dan membakar segala harapan serta janji kosong yang pernah kau berikan
hingga aku ingin menyerah tak lagi mengharapkan sosok pria sepertimu

lalu dengan senyuman menawan dan sebuket bunga kau kembali datang kehati ini tanpa wujud merasa bersalah sedikitpun
dan dengan lugunya aku, aku kembali terhanyut dalam pelukmu dengan segala janji manis yang pernah ku peroleh sebelumnya
kita kembali memulai semuanya dari awal seakan kembali menabur benih dikebun yang sama
tiba tiba pertanyaan aneh terlontar dari bibirmu "kamu kemana selama kita ga berhubungan kemarin?"
dengan sikap humoris aku menjawab "nyiapin diri buat hidup dimasa depan sama kamu"
yaaa aku seorang wanita dengan selera humoris akut
kau tertawa manja dan kembali bertanya dengan pertanyaan sama memintaku menjawab pertanyaanmu dengan teori pasti
aku tak mungkin menjawabnya dengan jujur karna sudah pasti kau akan membantahnya
aku menjawab dengan "bulan kemarin kan bulan sibuknya kamu, jadi aku ga mau ganggu"
kau malah merasa aneh dan berkata tak seharusnya aku punya fikiran seperti itu
lalu dipertanyan-pertanyaan selanjutnya kau seolah mendesakku untuk memberitahu semua yang aku rasakan
sampai dengan sadarnya aku menceritakan segala rasa yang muncul dari otak yang dirasakan oleh organ didada
kau merespon seakan kau merasakan hal yang sama
dan menebar janji hubungan lebih dari seorang teman lalu dengan kilatnya kau hilang seolah ditelan bumi
melupakan segala janji yang tinggal wacana
meninggalkan aku sendiri bersama ribuan kata manis dari bibir pahitmu
kau ajarkan aku untuk kembali jatuh cinta lagi
kau ajarkan aku untuk kembali percaya dengan cinta lagi
kau ajarkan aku untuk kembali manja dengan sosok pria lagi
lalu dengan mudah kau ajarkan aku untuk kembali jadi pengcut dengan cinta lagi

0 komentar:

 

a g i y a k k ... Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang